Bogor (ANTARA) - Shalat merupakan "miraj" alias "tangga" bagi umat Islam untuk bertemu dengan Tuhan, kata Pengasuh Pondok Pesantren Ummul Quro al-Islami (UQI) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, KH Helmy Abdul Mubin.
"Peristiwa Isra` Mi`raj hanya berlaku bagi seorang manusia saja yaitu Nabi Muhammad SAW," ujarnya di Bogor, Sabtu.
Peristiwa yang sangat momumental dan historis tersebut tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan terulang setelahnya.
"Isra` mi`raj merupakan salah satu mujizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW," ujar Helmy.
Secara etimologi, istilah "isra" dan "miraj" berasal dari bahasa al-Qur`an. Isra` artinya berjalan di tengah malam, sedangkan "miraj" dapat diartikan naik ke langit..
Helmy melanjutkan, peristiwa tersebut yang membedakan Nabi Muhammad dengan nabi-nabi sebelumnya, sehingga ia dinilai sebagai pimpinan para nabi.
Isra miraj yang dialami Muhammad 14 abad yang lalu merupakan salah sate fase sangat krusial dan penting dalam perjalanan Islam.
Karena itu, sudah sewajarnya bila peristiwa besar tersebut diperingati dan dirayakan. Terutama di Indonesia, tradisi perayaan berlangsung setiap tahun yang diselenggarakan nyaris oleh seluruh masjid yang tersebar di penjuru Tanah Air.
Peristiwa Isra Miraj 1431 Hijriyah atau 2010 jatuh hari ini. Pemerintah menetapkan peristiwa Isra Miraj sebagai hari libur nasional alias tanggal merah.
Helmy melanjutkan, "oleh-oleh" terbesar atau peninggalan yang diwariskan Muhammad dalam peristiwa isra miraj yaitu salat lima waktu bagi setiap muslim.
"Perintah salat datang saat isra miraj nabi Muhammad," papar Helmy.
Dia mengemukakan, peristiwa isra merupakan miraj bagi Muhammad untuk bertemu langsung dengan Allah.
"Umat Islam pun bisa bermiraj yaitu melalui pelaksanaan salat lima waktu, karena hakikatnya salat yaitu untuk berkomunikasi dan mendekatkan diri antara hamba dengan Allah," ujar dia.
Helmy mengajak agar perintah salat yang menjadi kewajiban bagi setiap Muslim, dijalankan dengan penuh keikhlasan dan konsentrasi, sehingga nilai-nilai terkandung di dalamnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata.
http://id.news.yahoo.com/antr/20100710/tpl-ulama-shalat-sebagai-mi-raj-bagi-uma-cc08abe.html
















